Skip to main content

SOUTH KOREA: Mau Nyobain Pake Hanbok Gratis?

Sewaktu ke Korea Selatan tahun 2015, saya sangat ingin membeli Hanbok, tapi ternyata oh ternyata harganya lebih mahal daripada saya beli Yukata di Jepang. Penjualnya nawarin 90000 Won (sekitar 800.000 rupiah lah yah) dan itu yang paling murah, saya juga nanya di pasar Namdaemun, huhuhu. Harganya jauh lebih mahal ketimbang saya beli yukata di jepang tahun 2014.

Karena ngebet banget pengen nyobain pakai Hanbok, saya dateng ke deoksugung palace, pakainya gratis selama 5 menit. Tapi pas saya datang, udah terlalu sore dan udah tutup. Jadinya saya dateng lagi besok pagi (hanya demi pakai Hanbok, hehe).

Keesokan paginya, saya dan tante saya bangun pagi-pagi banget dan dateng ke deoksugung palace juga pagi banget, wkwkwkw belum buka kios yang menyewakannya. Tapi lebih baik kepagian daripada kesiangan, iya kan?

Saya nangkring aja disitu sambil pasang mata elang, nungguin orang yang jaganya datang. Nah, pas orangnya dateng, saya buru-buru stand by depan kiosnya, Ajumma nya sampai ketawa lihat saya, dia bilang pakai bahasa korea sambil menunjukkan jam buka. Saya senyum-senyum sambil mengangkat kedua jempol saya. 

Sambil nunggu si ibunya beres-beres, saya lihat beberapa orang yang juga mulai berdatangan ke palace, ada yang langsung beli tiket masuk, ada yang cuma numpang lewat foto-foto dan ada yang nunggu event. Kebetulan pas saya kesana, lagi mau ada event gitu, jadi lumayan sambil nunggu sambil lihat persiapan event-nya.

Ada hal yang menyebalkan waktu itu, seorang ibu berbahasa mandarin dengan dua anaknya mepet-mepet didepan antrian, intinya dia pengen dapet antrian pertama, pokoknya dia sampai narik-narik anaknya yang pengen main buat antri dulu pakai Hanbok. Yang nyebelinnya dia menggeser-geserkan badannya yang gede itu ke deket saya, terus-terusan. Lama-lama saya kesel juga, saya geser balik sambil bilang "Excuse me" dengan nada agak bete, tapi itu emak-emak cuek aja deh beneran, hadeuh cape de. Enak aja datang belakangan mau dapet antrian pertama, situ sehat??

Dibelakang saya juga kayaknya sebel sama si ibu itu karena gak tau etika banget, udah datang belakangan, terus perilakunya menyebalkan pula. Pesan saya, saat menjadi turis, hati-hati bersikap ya, jangan nyebelin apalagi bikin orang kesel. Nah, untungnya Ajumma yang jaga tau siapa yang duluan datang, dia ngasih puplen ke saya buat daftar nama. Hehehe, kasian tuh ibu, disuruh antri ke belakang. Lagian bu yang namanya fasilitas umum dan gratis itu ada etikanya, gak asal nyelonong boy gitu. Well, pokoknya Saranghaeyo lah sama Ajumma-nya yang udah tegas sama orang semacam itu.

Lalu saya dan tante saya disuruh milih Hanboknya, pas saya milih, Ajumma bilang pakai bahasa Inggris "No...No...you are kid, this is for kid". Ya Allah, apa karena badan saya kecil mungil jadi saya disuruh pake baju Hanbok yang anak-anak, gitu? heuheu. Padahal ya, saya sama tante tingginya juga sama kok, sama-sama dataran rendah, hehe.

Tapi, beneran deh sekali lagi Saranghaeyo Ajumma, selain baik hati, itu Ajumma-nya Stylist abis. Dia milihin Hanbok yang cocok buat saya dan tante. Tante pilih baju warna hijau jamrud-krem gitu, Ajumma-nya bilang "No...No...Not Good. This is for you" dan si tante dikasih warna ungu-merah, kece deh. Dan saya dikasih warna pink. See, Pink kayaknya emang udah jadi warna kutukan buat saya, hahaha. Ajumma-nya juga bantuin saya dan tante saya pakai Hanboknya.
Gambar 1. Penamapakan saya pakai Hanbok

Gambar 2. Penampakan tante pakai Hanbok

Gambar 3. Saya dan Tante Pakai Hanbok yang fotoin ibu sama anak yang juga minta difotoin balik, hihihi

Ajumma bilang dipakai selama lima menit buat foto-foto dan gak boleh dibawa masuk ke dalam istana. Alhamdulillah karena kami datang pagi, jadi bener-bener bisa puas foto-fotonya, area masih sepi dan belum banyak orang yang datang. Hihihi.

Ada cerita lucu waktu kita foto. Kan ada Ajussi didepan gerbang istana dengan pakaian tradisional tuh, kayaknya kece juga kalau saya aja foto. Tapi saya ragu minta foto karena takut dia gak mau atau dia lagi sibuk, eh tahunya dia yang melambai-lambaikan tangan minta difotoin bareng, hihihi. Makasih Ajussi.
Gambar 4. Saya dan Ajussi

Gambar 5. Tante dan Ajussi

Setelah puas foto-foto dengan hanbok kami menonton event yang saya bilang tadi, pokoknya seru banget, meski harus panas-panasan tapi karena acaranya seru jadi sampai habis saya tonton hehehe.
Gambar 6. Eits Oppa pake nengok lagi, tahu aja saya lagi fotoin, hehehe

Gambar 7. Akhir dari event tersebut

Gambar 8. Diakhir acara si bapaknya ngajak foto sama kita hehehe

Gambar 9. Baik banget bapaknya, Gamsahamnida Ajussi

Oh ya, deoksugung palace adalah salah satu tempat di Seoul dimana kita bisa pakai hanbok gratis, di tempat lain juga ada untuk lebih lengkapnya bisa lihat video ini:


Makasih dan semoga bermanfaat!
@sientasnovel

Comments

Popular posts from this blog

WRITING: 8 Tips menjadi penulis buku yang produktif

MENULIS adalah kegiatan yang menyenangkan bagi saya pribadi, selain sebagai salah satu sarana menyalurkan tingkat stres yang tinggi alias terapi stres, menulis juga merupakan profesi saya untuk menghasilkan karya. Berikut ini beberapa tips yang bisa saya sharing tentang bagaimana menjadi penulis produktif. 1. Membuat checklist naskah Berdasarkan pengalaman pribadi dengan menulis rincian naskah apa saja yang akan tulis itu memotivasi diri kita sendiri untuk terus menulis, misalnya bulan januari mau menulis naskah a dan naskah, bulan februari menulis naskah c dan d, dan.....seterusnya....! dengan list tersebut kita akan bersemangat untuk segera menceklis naskah yang sudah selesai digarap dan secara tidak sadar kita sudah menjadi penulis produktif karena tidak pernah berhenti menulis dan menghasilkan karya secara berkelanjutan. 2. Membuat deadline naskah Membuat deadline naskah sangat sangat sangat membantu saya sebagai penulis untuk menyelesaikan naskah, sehingga kira tahu kapan tulisan ...

SINGAPORE: Mau Masuk Singapura? Isi Kartu Embarkasi dulu!

Untuk orang Indonesia, masuk ke Singapura tidak perlu menggunakan Visa karena sesama negara Asia Tenggara itu bebas Visa.  Tapi, saat masuk negara Singa ini, kita perlu mengisi kartu Embarkasi. Biasanya kartu embarkasi diberikan di dalam pesawat oleh pramugari. Tapi kadang-kadang stok habis sehingga harus ngambil langsung di bandara Changi, ngambilnya disini: Gambar 1. Tempat ambil kartu embarkasi, lokasinya di Arrival Immigration Hall Gambar 2. Kartu embarkasi Kartu Embarkasi bentuknya kayak gini: Gambar 3. Kartu Embarkasi bagian depan Gambar 4. Kartu Embarkasi bagian belakang Full Name in Passport = Nama Lengkap sesuai Paspor (harus sama dengan paspor ya) Passport Number = Nomor Paspor (lihat dipaspor masing-masing) Place of Residence = Tempat tinggal (Kamu di Indonesia tinggal dimana) terdiri dari city-state-country. City = kota (kota tempat tinggal, misal Bandung) State = provinsi (misal West Java) Country = negara (misal Indonesia) Fl...

SINGAPORE: Kartu travel anak, gratis untuk usia 7 tahun ke bawah

Seperti kita ketahui, Singapura adalah salah satu negara dengan sistem transportasi yang sangat baik. Semuanya sudah diatur dengan rapi, salah satunya penggunaan kartu travel untuk anak usia 7 tahun ke bawah. Jadi kalau anaknya masih usia 7 tahun ke bawah dengan tinggi 0.90 meter sampai 1.20 meter maka biaya untuk MRT, LRT, dan Bus itu gratis caranya dengan membuat kartu CHILD CONCESSION CARD. Sumber:  https://www.transitlink.com.sg / Misalnya nih lagi mau traveling ke Singapura terus punya anak yang usia lebih dari 7 tahun berapapun tingginya udah bayar ya tinggal beli aja kartu travelnya sama seperti orang dewasa, tapi kalau  punya anak dengan tinggi sekitar 0.90 sampai 1.20 meter tapi usianya masih di bawah 7 tahun maka harus membuat child concession card. Gratis kok gak bayar dan gak perlu top up. Itu kartunya cuma di tap aja sebagai tanda kalau anaknya masih berusia di bawah 7 tahun ke bawah. Gimana cara bikinnya? Gampang kok tinggal dateng ke   TransitLink Ticket Of...